Kunjungi Site Bakan, Kapolres Kotamobagu Jamin Keamanan Operasi Perusahaan yang Sah

MNT BOLMONG –Kepastian keamanan merupakan salah satu fondasi utama keberlangsungan investasi. Di kawasan pertambangan yang memiliki tingkat kerawanan tinggi, jaminan itu membutuhkan kehadiran negara dalam memastikan aktivitas usaha yang sah dapat berjalan tanpa gangguan.

Pesan itulah yang dibawa Kapolres Kotamobagu AKBP Abdul Kholik, S.H., S.I.K., M.A.P., saat mengunjungi Site Bakan PT J Resources Bolaang Mongondow (JRBM), Rabu (29/7/2026). Bersama Wakapolres Kompol Romel J.A. Pontoh, S.I.P., M.A.P., para pejabat utama Polres Kotamobagu, Kapolsek Lolayan, dan personel terkait, Kapolres menegaskan komitmen Polri sebagai representasi negara dalam memberikan rasa aman sekaligus menjamin kelancaran aktivitas usaha yang beroperasi secara legal.

Read More

Menurut Kapolres, sebagai representasi dari negara, menjaga stabilitas keamanan di kawasan pertambangan merupakan bagian dari upaya menciptakan iklim investasi yang sehat. Karena itu, Polri mendorong terbangunnya kolaborasi yang erat dengan perusahaan melalui pertukaran informasi, komunikasi yang intensif, serta langkah-langkah antisipatif terhadap berbagai potensi gangguan keamanan.

‘’Ini yang menjadi komitmen kami. Memberi rasa aman dan nyaman, karena dalam aktivitas kesehariannya, aktivitas ekonominya, tentu banyak faktor eksternal yang bisa menjadi gesekan,” ujar Kapolres di hadapan seluruh pejabat Polres dan manejemen JRBM.

Komitmen tersebut mendapat konteks yang nyata dalam kunjungan itu. General Manager External Relations and Security PT JRBM, Andreas Saragih, memaparkan kondisi keamanan wilayah konsesi perusahaan, termasuk keberadaan sejumlah titik pertambangan tanpa izin (PETI) yang telah masuk ke area konsesi, di antaranya kawasan Perkebunan Oboy Desa Pusian, Tagin, Lolotut, Bolaang di Desa Bakan dan sebagian lagi di wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan.

Keberadaan beserta titik-titik aktivitas PETI tersebut juga telah secara resmi dilaporkan perusahaan kepada seluruh instansi terkait, mulai dari pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, hingga kementerian terkait. Laporan juga telah disampaikan kepada aparat penegak hukum, yakni kepolisian dan kejaksaan, serta Satuan Tugas dari Kementerian ESDM dan Kementerian Kehutanan.

Paparan tersebut dilanjutkan dengan peninjauan langsung ke lapangan. Kapolres bersama rombongan melihat kondisi sejumlah titik aktivitas PETI serta kawasan Perkebunan Bolaang yang berada tidak jauh dari Pit Mainridge Barat, wilayah operasi Site Bakan. Peninjauan itu memberikan gambaran langsung mengenai tantangan pengamanan kawasan pertambangan, mulai dari aktivitas penambangan ilegal hingga berbagai risiko yang ditimbulkannya terhadap keselamatan, lingkungan, dan kelangsungan operasi perusahaan.

Bagi JRBM, kunjungan tersebut menjadi momentum memperkuat sinergi dengan aparat kepolisian dalam menjaga kawasan operasi yang merupakan objek vital. Andreas Saragih, yang didampingi Manager External Relations Dwi Hendrawan Senobroto dan Manager Environment, Health and Safety Ronny Octavianus Kapoh, menyatakan perusahaan siap terus membangun kolaborasi dengan Polri dalam mendukung terciptanya situasi keamanan yang kondusif.

“Kami menyambut baik kunjungan Bapak Kapolres beserta jajaran Polres Kotamobagu. Kehadiran Polri memberikan keyakinan bahwa negara hadir untuk menjamin keamanan dan kelancaran kegiatan usaha yang berjalan sesuai ketentuan. Bagi kami, sinergi seperti ini sangat penting. Kami siap terus memperkuat koordinasi dan berbagi informasi dengan kepolisian agar situasi keamanan di wilayah operasional tetap kondusif,” ujar Andreas.

Di balik kunjungan itu tersirat pesan yang lebih luas. Perlindungan terhadap kegiatan usaha yang memiliki izin bukan hanya menyangkut kepentingan perusahaan, tetapi juga merupakan bagian dari upaya negara menjaga kepastian hukum, keberlanjutan investasi, serta pengelolaan sumber daya alam yang dilakukan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.*****