Elisa Sudomo Hasan Bangkitkan Semangat PASKAS Kotamobagu, Tujuh Pondok Pesantren dan Panti Asuhan Jadi Sasaran Gerakan Berbagi

KOTAMOBAGU_ MNT_ Minggu, 25 Oktober 2026 — Kepedulian bukan sekadar kata-kata. Ia harus hadir, bergerak, dan menyentuh kehidupan mereka yang membutuhkan. Semangat itulah yang ditunjukkan Ny. Elisa Sudomo Hasan ketika turun langsung bersama komunitas Pasukan Amal Sholeh (PASKAS) dalam gerakan penyaluran bantuan beras bagi pondok pesantren dan panti asuhan di Kota Kotamobagu.

 

Di tengah perjuangan para santri dan santriwati menuntut ilmu, langkah Elisa menjadi bagian dari upaya menghidupkan kembali denyut kepedulian sosial PASKAS Kotamobagu. Bukan hanya tentang beras yang disalurkan, melainkan tentang perhatian, kebersamaan, dan komitmen untuk memastikan bahwa kebutuhan para santri dan anak-anak panti asuhan tidak luput dari kepedulian masyarakat.

 

Kegiatan ini menyasar tujuh lembaga sosial dan pendidikan, terdiri atas enam pondok pesantren serta Panti Asuhan Ar-Rahman. Elisa hadir bersama komunitas PASKAS, membawa semangat berbagi sekaligus harapan agar gerakan sosial tersebut kembali aktif dan tumbuh menjadi gerakan yang berkelanjutan.

TUJUH SASARAN, SATU SEMANGAT KEPEDULIAN

 

Tujuh lembaga yang menjadi sasaran kunjungan dalam kegiatan tersebut adalah:

 

1. Pondok Pesantren Markaz Tidzkar

2. Pondok Pesantren Nurul Khairat

3. Pondok Pesantren Darul Mukhlasin

4. Pondok Pesantren Al-Hasanain

5. Pondok Pesantren Hidayatullah

6. Pondok Pesantren Darul Mukhlisin

7. Panti Asuhan Ar-Rahman

 

Kunjungan tersebut menjadi wujud nyata perhatian terhadap lingkungan pendidikan pesantren dan lembaga pengasuhan anak. Setiap langkah yang dilakukan diharapkan membawa manfaat bagi para santri, santriwati, dan anak-anak panti asuhan sekaligus memperkuat hubungan antara komunitas sosial dan lembaga pendidikan serta sosial.

 

ELISA: GERAKAN INI HARUS TERUS HIDUP

 

Bagi Elisa, kegiatan sosial ini tidak boleh berhenti sebagai agenda sesaat. Ia ingin semangat berbagi kembali menjadi gerakan rutin yang dapat dirasakan langsung oleh para santri, santriwati, dan anak-anak panti asuhan di berbagai lembaga di Kotamobagu.

 

“Insyaallah, kegiatan ini akan dilaksanakan setiap bulan agar kita bisa mengunjungi, menyentuh, dan memberikan perhatian kepada para santri dan santriwati. Semoga PASKAS Kotamobagu bisa kembali aktif,” ungkap Elisa.

Pesan tersebut menjadi penegasan atas harapannya untuk membangun kembali gerakan PASKAS di Kotamobagu. Melalui kunjungan bulanan yang direncanakan, kepedulian diharapkan tidak hanya hadir ketika bantuan disalurkan, tetapi terus terjaga melalui perhatian dan keterlibatan secara berkesinambungan.

 

Bagi Elisa, menghidupkan kembali PASKAS berarti membuka ruang lebih luas bagi masyarakat untuk mengambil bagian dalam aksi kebaikan. Sebab, dukungan terhadap pendidikan, kehidupan santri, dan kesejahteraan anak-anak panti asuhan membutuhkan kepedulian yang terus bergerak, bukan hanya semangat yang muncul sesaat.

 

Gerakan Infaq Beras (GIB) dirintis oleh Ustaz Luqmanulhakim di Pontianak, Kalimantan Barat, pada 2012. Gerakan ini hadir untuk membantu anak yatim piatu, santri penghafal Al-Qur’an, dan kaum dhuafa melalui penyaluran beras.

 

Dalam perkembangannya, Pasukan Amal Sholeh (PASKAS) tumbuh sebagai komunitas penggerak yang memperluas jangkauan gerakan tersebut. Semangat berbagi kemudian menjangkau berbagai daerah di Indonesia melalui jaringan Baitulmaal Munzalan Indonesia.

 

Kini, semangat itulah yang ingin kembali digerakkan di Kotamobagu melalui langkah sosial yang melibatkan Elisa Sudomo Hasan bersama komunitas PASKAS.

BUKAN SEKADAR BANTUAN, MELAINKAN GERAKAN KEPEDULIAN

 

Langkah Elisa bersama PASKAS menjadi pengingat bahwa kepedulian sosial membutuhkan keberanian untuk memulai, ketulusan untuk melayani, dan konsistensi untuk terus bergerak.

 

Rencana kunjungan setiap bulan diharapkan menjadi awal dari perjalanan panjang dalam mendukung kebutuhan pesantren, menghadirkan perhatian bagi para santri dan santriwati, serta memberikan dukungan bagi anak-anak di Panti Asuhan Ar-Rahman.

 

Di balik setiap bantuan yang disalurkan, ada harapan agar pendidikan terus berjalan, semangat belajar tetap menyala, dan semakin banyak masyarakat yang tergerak untuk berbagi.

 

Dari satu kunjungan menuju gerakan berkelanjutan, Elisa Sudomo Hasan mendorong semangat PASKAS Kotamobagu untuk kembali menyala—menguatkan kepedulian, merawat kebersamaan, dan menghadirkan manfaat bagi sesama.

 

 

******