Tegas Membangun Bangsa Polres Boltara Tindak Tegas Knalpot Racing Wujudkan Masyarakat Tertib Dan Damai

Oplus_131072

Media Nusantara BOLTARA – Dalam upaya mewujudkan ketertiban umum dan kenyamanan berbangsa dan bernegara, Polres Bolaang Mongondow Utara (Boltara) mengambil langkah tegas. Kepolisian memastikan tidak ada lagi toleransi bagi penggunaan knalpot racing yang suaranya bising dan meresahkan masyarakat.

 

Komitmen kuat ini disampaikan langsung oleh Kasat Lantas Polres Boltara, IPTU Jemmy N. Waraba, S.Pd., di Mapolres setempat, Senin (27/04/2026).

 

“Tidak ada ampun. Penggunaan knalpot racing jelas melanggar aturan hukum dan sangat mengganggu ketenangan masyarakat. Kami akan bertindak tegas tanpa kompromi demi kepentingan bersama,” tegas Jemmy dengan penuh wibawa.

 

Untuk menjamin rasa aman dan nyaman bagi seluruh rakyat, kepolisian akan memperketat patroli dan operasi penertiban, khususnya pada jam-jam rawan di malam hari. Setiap kendaraan yang kedapatan menggunakan knalpot tidak sesuai standar pabrik akan langsung ditindak di lokasi.

 

“Jika ditemukan pelanggaran, langsung kami proses dan tilang sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Ini adalah bentuk pelayanan dan perlindungan nyata kepada masyarakat,” ujarnya.

 

Kepolisian menilai, fenomena kebisingan sudah melampaui batas kewajaran. Selain mengganggu istirahat dan ketenangan, suara keras yang tiba-tiba berpotensi memicu emosi, gesekan sosial, hingga keributan yang tidak diinginkan.

 

“Kondisi seperti ini bisa memancing konflik. Oleh karena itu, demi menjaga kerukunan dan kedamaian sosial, tidak bisa dibiarkan terus menerus,” tambahnya.

 

Dalam membangun budaya tertib dan disiplin nasional, pihak kepolisian juga mengajak peran aktif seluruh keluarga. Mengingat mayoritas pelanggar dilakukan oleh kalangan remaja sebagai generasi penerus bangsa, pengawasan dan bimbingan dari orang tua sangatlah krusial.

 

“Kami mengimbau orang tua untuk lebih peduli dan mengawasi anak-anak. Jangan biarkan mereka menggunakan kendaraan yang melanggar aturan dan merugikan orang lain,” imbau Jemmy.

 

Ia menegaskan, menciptakan Indonesia yang tertib, aman, dan maju bukan hanya tugas aparat penegak hukum, melainkan tanggung jawab moral seluruh elemen bangsa.

 

“Mari kita bergandengan tangan menjaga ketertiban. Jika kita semua disiplin dan taat aturan, daerah kita akan kondusif, dan bangsa kita akan semakin maju serta bermartabat,” tandasnya.

 

 (Ruslandy)