Gus Muhaimin Kukuhkan Pengurus DPN Gerbang Tani Idham Arsyad Pimpin Periode 2026 2031 Demi Keadilan Agraria

JAKARTA — Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Kebangkitan Bangsa, Abdul Muhaimin Iskandar yang dikenal sebagai Gus Muhaimin, secara resmi mengukuhkan Dewan Pengurus Nasional Gerbang Tani masa bakti 2026‑2031. Acara pengukuhan dilaksanakan di lingkungan Kantor DPP Partai Kebangkitan Bangsa, Jakarta, Jumat (6/11/2026), dihadiri para pengurus pusat, perwakilan daerah serta sejumlah tokoh yang berkecimpung di bidang pertanian dan kelautan.

Read More

 

Dalam amanat utamanya, Gus Muhaimin menyatakan bahwa Gerbang Tani merupakan organisasi sayap partai yang memiliki peran strategis sebagai jembatan antara Partai Kebangkitan Bangsa dengan masyarakat petani, nelayan, dan pekerja di sektor agraris. Ia mengajak seluruh pengurus baru untuk senantiasa turun ke lapangan, mendengarkan keluhan langsung warga, dan tidak hanya bergerak di ruang rapat semata.

 

“Petani dan nelayan adalah tulang punggung ketahanan pangan nasional. Namun masih banyak yang menghadapi persoalan kepemilikan lahan, akses permodalan, serta harga hasil panen yang belum memihak kepada mereka,” ujar Gus Muhaimin

 

Pengurus DPN Gerbang Tani periode 2026‑2031 secara resmi dipimpin oleh Idham Arsyad. Kepemimpinan ini diharapkan dapat memperkuat keberadaan Gerbang Tani sebagai wadah perjuangan kolektif, sekaligus menjadi pengawal utama pelaksanaan reforma agraria. Tujuannya adalah terciptanya kepastian hak atas lahan dan wilayah perairan, peningkatan akses sarana produksi, hingga peningkatan kesejahteraan keluarga petani dan nelayan di seluruh wilayah Indonesia.

 

Usai dikukuhkan, Ketua Umum Gerbang Tani Idham Arsyad menyampaikan komitmennya. Ia menyatakan akan membangun struktur organisasi hingga tingkat desa, menjaring aspirasi masyarakat agraris, serta mendorong kebijakan‑kebijakan yang berpihak pada rakyat. Gerbang Tani juga akan membangun sinergi dengan lembaga pemerintah dan organisasi masyarakat untuk mendorong terwujudnya ketahanan pangan yang adil dan berkelanjutan.

 

“Kami akan hadir di tengah masyarakat, mendengarkan, memperjuangkan hak‑hak mereka, dan mengawal setiap langkah reforma agraria agar benar‑benar dirasakan manfaatnya oleh petani dan nelayan,” ujar Idham Arsyad.