MNT-Bolsel, Masa depan sebuah desa ditentukan oleh keberanian untuk membangun, kemauan untuk mendengar, dan komitmen untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat. Semangat inilah yang menjadi bagian dari gagasan Mohamad Djul’asram Kadullah dalam menghadapi Pemilihan Sangadi (Pilsang) Desa Duminanga, Kecamatan Helumo, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan.
Dengan membawa semangat JAMAN KITA, Mohamad Djul’asram Kadullah mengusung visi mewujudkan Desa Duminanga yang maju, mandiri, dan sejahtera melalui penguatan ekonomi berbasis pertanian, kelautan, dan UMKM, serta pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan dan berkeadilan.
Baginya, masa depan Duminanga bukan sekadar tentang pembangunan fisik, melainkan bagaimana desa mampu mengembangkan potensi lokal, memperkuat ekonomi keluarga, meningkatkan kualitas pelayanan, dan membuka kesempatan bagi masyarakat untuk berkembang.
Membangun Desa, Memperjuangkan Kesejahteraan
Petani, nelayan, pelaku UMKM, pemuda, dan seluruh lapisan masyarakat merupakan bagian penting dalam perjalanan pembangunan desa.
Potensi pertanian dan perkebunan perlu didukung dengan program yang tepat. Sektor perikanan dan kelautan perlu terus dikembangkan sesuai potensi yang tersedia. Sementara itu, UMKM lokal membutuhkan ruang untuk tumbuh agar mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap perekonomian keluarga.
Gagasan tersebut menjadi bagian dari arah pembangunan yang ingin diperjuangkan melalui semangat JAMAN KITA: membangun desa dengan memperhatikan kebutuhan masyarakat dan memanfaatkan potensi yang dimiliki.
Tidak berhenti pada persoalan ekonomi, pembangunan juga perlu menyentuh infrastruktur, kebersihan lingkungan, keamanan, kegiatan keagamaan, olahraga, pelestarian adat, serta tata kelola pemerintahan yang transparan dan bertanggung jawab.
Sebab, kemajuan desa akan lebih bermakna ketika pembangunan dapat dirasakan secara adil oleh masyarakat.
JAMAN KITA, Saatnya Gagasan Menjadi Perhatian
Nama JAMAN KITA membawa pesan tentang kebersamaan dan tanggung jawab terhadap masa depan desa. Pembangunan bukan pekerjaan satu orang, melainkan proses yang membutuhkan partisipasi masyarakat, perencanaan yang matang, dan komitmen untuk bekerja sesuai kebutuhan serta kemampuan desa.
Mohamad Djul’asram Kadullah mengusung gagasan agar pembangunan Duminanga berpijak pada potensi lokal dan kepentingan masyarakat.
Dengan visi dan misi yang terarah, harapan terhadap desa yang lebih maju perlu diterjemahkan menjadi program yang realistis, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Bagi masyarakat, yang terpenting bukan sekadar mendengar janji, tetapi memahami apa yang hendak dikerjakan, bagaimana pelaksanaannya, serta manfaat apa yang ditargetkan bagi kehidupan warga.
Mengutamakan Persatuan, Menguatkan Masa Depan
Pilsang merupakan bagian dari proses demokrasi di tingkat desa. Perbedaan pilihan adalah hal yang wajar, tetapi persaudaraan dan kerukunan masyarakat harus tetap dijaga.
Kontestasi seharusnya menjadi ruang untuk memperkenalkan gagasan, menilai program, dan menentukan pilihan berdasarkan pertimbangan yang matang.
Semangat JAMAN KITA diharapkan menjadi ajakan untuk membangun budaya demokrasi yang sehat, mengedepankan adu gagasan, serta menjadikan kepentingan Desa Duminanga sebagai perhatian utama.
Duminanga yang Lebih Baik Adalah Harapan Bersama
Perjalanan menuju desa yang maju, mandiri, dan sejahtera membutuhkan kerja keras, keberanian mengambil tanggung jawab, serta kesediaan untuk terus mendengar aspirasi masyarakat.
Melalui pencalonannya, Mohamad Djul’asram Kadullah membawa visi dan gagasan pembangunan yang berorientasi pada penguatan potensi desa, pemberdayaan ekonomi, pembangunan berkeadilan, dan pelayanan masyarakat.
Pada akhirnya, masa depan Duminanga adalah tanggung jawab bersama. Setiap gagasan perlu dinilai, setiap program perlu dipelajari, dan setiap pilihan perlu dihormati.
JAMAN KITA adalah Bersama Membangun Duminanga, Menguatkan Potensi Desa, Mewujudkan Harapan untuk Masa Depan yang Lebih Baik.
