MNT-Bolsel,Dugaan praktik “mafia solar” di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang berlokasi di Desa Soguo, Kecamatan Bolaang Uki, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), kembali menjadi sorotan publik.
Sorotan tersebut mencuat melalui unggahan akun Farwan Manoppo di grup Facebook SUARA MASYARAKAT BOLSEL, sekitar dua jam lalu. Dalam unggahannya, Farwan melontarkan kritik tajam terkait dugaan praktik yang dinilai meresahkan masyarakat dan perlu segera ditindaklanjuti oleh pihak berwenang.
Persoalan ini menjadi perhatian karena solar, khususnya BBM bersubsidi, memiliki peran penting bagi masyarakat yang menggantungkan kehidupan dari aktivitas melaut.
Bagi nelayan, solar bukan sekadar bahan bakar. Solar merupakan kebutuhan utama untuk mengoperasikan kapal dan mencari nafkah. Ketika nelayan kesulitan memperoleh solar sesuai ketentuan, aktivitas melaut dapat terganggu dan pada akhirnya berdampak terhadap pendapatan serta kehidupan keluarga mereka.
Karena itu, apabila benar terdapat praktik penyelewengan, permainan distribusi, atau pembelian solar secara tidak wajar untuk kepentingan tertentu, persoalan tersebut tidak boleh dianggap sepele. Dampaknya bukan hanya terhadap distribusi BBM, tetapi juga dapat dirasakan langsung oleh masyarakat kecil, terutama nelayan.
Jangan sampai masyarakat yang membutuhkan solar untuk mencari nafkah justru mengalami kesulitan memperoleh BBM, sementara pihak tertentu diduga mendapatkan keuntungan dari kondisi tersebut.
Unggahan Farwan Manoppo di media sosial pun dinilai menjadi pintu masuk bagi pihak terkait untuk melakukan pemeriksaan secara objektif di lapangan. Aparat dan instansi berwenang diharapkan tidak hanya menunggu laporan resmi, tetapi dapat turun langsung memastikan bagaimana mekanisme penyaluran solar di SPBU Soguo berjalan.
Namun demikian, dugaan tersebut masih merupakan sorotan yang disampaikan melalui media sosial dan belum dapat dianggap sebagai fakta yang telah terbukti. Pihak SPBU maupun instansi terkait perlu diberikan ruang untuk memberikan klarifikasi.
Jika hasil pemeriksaan nantinya menemukan adanya pelanggaran, masyarakat tentu berharap tindakan tegas dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku. Sebaliknya, apabila tidak ditemukan pelanggaran, klarifikasi resmi juga penting agar tidak menimbulkan keresahan dan kesimpangsiuran informasi di tengah masyarakat.
Publik kini menunggu langkah konkret pihak berwenang untuk memastikan distribusi solar berjalan transparan dan tepat sasaran.
Sebab bagi nelayan, solar bukan sekadar BBM-solar adalah modal untuk melaut, mencari penghasilan, dan menghidupi keluarga.(JK)
