BOLSEL — Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), Arifin Olii, mengikuti kegiatan Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) bagi pimpinan DPRD se-Indonesia.
Kegiatan itu diselenggarakan oleh Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Republik Indonesia di Magelang, Jawa Tengah, pada 15 hingga 19 April 2026.
Kegiatan strategis berskala nasional ini diikuti oleh ratusan pimpinan DPRD dari berbagai wilayah di Indonesia.
KPPD menjadi ruang pembelajaran sekaligus forum konsolidasi bagi para pimpinan legislatif daerah dalam memperkuat kapasitas kepemimpinan, khususnya di tengah tantangan dinamika nasional dan global yang semakin kompleks.
Dalam keterangannya, Ketua DPRD Bolsel, Arifin Olii, menegaskan bahwa keikutsertaannya dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen untuk terus meningkatkan kualitas kepemimpinan dan memperluas wawasan kebangsaan.
“Melalui KPPD ini, kami memperoleh pembekalan yang sangat penting, terutama terkait isu-isu geopolitik, ketahanan nasional, hingga peran strategis DPRD dalam mendukung arah kebijakan pembangunan, baik di tingkat nasional maupun daerah,” ujar Arifin.
Ia menambahkan, penguatan kapasitas pimpinan DPRD menjadi hal yang krusial, mengingat lembaga legislatif memiliki tiga fungsi utama, yakni legislasi, penganggaran, dan pengawasan yang harus dijalankan secara optimal dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Menurutnya, materi yang diberikan dalam KPPD tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga aplikatif. Para peserta dibekali dengan berbagai pendekatan strategis yang dapat diimplementasikan dalam tata kelola pemerintahan daerah.
“Kegiatan ini juga membuka ruang diskusi dan pertukaran gagasan antar pimpinan DPRD dari seluruh Indonesia. Dari sini, kita bisa belajar praktik-praktik baik yang diterapkan di daerah lain, sekaligus memperkaya perspektif dalam menjalankan tugas kelembagaan,” tambahnya.
Kursus yang digelar oleh Lemhannas RI tersebut, turut menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah sebagai kunci dalam menjaga stabilitas nasional dan mendorong percepatan pembangunan.
Selain itu, KPPD juga diarahkan untuk membentuk karakter kepemimpinan yang adaptif, responsif terhadap perubahan, serta berintegritas tinggi dalam menjalankan amanah publik.
Hal ini dinilai penting dalam menghadapi tantangan era globalisasi, digitalisasi, serta dinamika sosial-politik yang terus berkembang.
Arifin berharap, ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama mengikuti KPPD dapat diimplementasikan dalam pelaksanaan tugas di DPRD Bolsel, sehingga mampu meningkatkan kinerja kelembagaan secara keseluruhan.
“Harapannya tentu apa yang kami dapatkan di sini bisa berdampak langsung pada peningkatan kualitas kerja DPRD, serta berkontribusi dalam percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Bolsel,” pungkasnya.
Keikutsertaan Ketua DPRD Bolsel dalam forum nasional ini, juga menjadi sinyal kuat bahwa penguatan kapasitas sumber daya manusia di tingkat legislatif terus menjadi perhatian. (jamaludin kadullah)
