Trump Bantah Loparan Jendral Militer AS, Menentang Perang Dengan Iran, Singgung potensi Konsekuensi Jika Tidak Ada Kesepakatan

INTERNASIONAL-Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membantah laporan yang menyatakan jenderal militer tertinggi negara tersebut menentang perang dengan Iran. Ia menyebutkan informasi yang beredar di media telah “ditulis secara tidak benar dan sengaja demikian” dalam unggahan di platform Truth Social pada Selasa (24/2/2026).

 

Laporan dari berbagai media AS dan Israel sebelumnya mengklaim bahwa Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine telah memperingatkan pemerintahan Trump agar tidak melakukan serangan terhadap Iran, yang telah menjadi ancaman dari Presiden AS dalam beberapa pekan terakhir.

 

Namun, Trump menyampaikan bahwa Jenderal Caine sama seperti banyak pihak yang tidak ingin melihat terjadinya perang. “Namun jika keputusan dibuat untuk melawan Iran di tingkat militer, menurut pendapatnya itu akan menjadi sesuatu yang mudah dimenangkan,” ucapnya dalam unggahannya, sekaligus mengutip serangan terhadap program nuklir Iran musim panas lalu yang diatur dan diawasi langsung oleh Caine.

 

Juru bicara Kepala Staf Gabungan memberikan klarifikasi bahwa peran utama Ketua Kepala Staf Gabungan adalah menyajikan berbagai pilihan militer, beserta pertimbangan dampak sekunder dan risiko terkait, kepada para pemimpin sipil yang memiliki wewenang membuat keputusan keamanan negara. “Ketua memberikan opsi-opsi ini secara rahasia,” tambah pejabat tersebut seperti yang diberitakan oleh media Al Arabiya.

 

Trump menegaskan bahwa keputusan akhir sepenuhnya berada di tangannya. “Saya lebih suka ada kesepakatan daripada tidak, tetapi jika kita tidak membuat kesepakatan, itu akan menjadi hari yang sangat buruk bagi negara itu dan, sangat disayangkan, bagi rakyatnya, karena mereka hebat dan luar biasa, dan hal seperti ini seharusnya tidak pernah terjadi pada mereka,” ujarnya. Ia juga menyebut Jenderal Caine sebagai “petarung hebat” yang mewakili militer terkuat di dunia.

 

Sebelumnya, surat kabar Washington Post melaporkan bahwa Jenderal Caine telah menyampaikan kekhawatiran pada pertemuan pekan lalu terkait kurangnya persediaan amunisi penting, termasuk yang digunakan untuk sistem pertahanan rudal, akibat penggunaannya untuk mendukung sekutu seperti Israel dan Ukraina. Selain itu, ia juga menyampaikan kekhawatiran tentang skala kampanye yang mungkin terjadi, kompleksitas yang melekat, serta potensi korban jiwa di pihak AS.

 

Dalam beberapa minggu terakhir, media arus utama Amerika telah banyak melaporkan tentang potensi serangan AS terhadap Iran secara rinci, meskipun sebagian besar laporan menyimpulkan bahwa belum ada keputusan akhir yang dibuat oleh pemerintahan Trump.

 

Sebagai informasi tambahan, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia sebelumnya telah memastikan bahwa kondisi Warga Negara Indonesia (WNI) di Iran masih aman dan belum ada laporan terkait bahaya yang mengancam keselamatan mereka.

 

(Ruslandy)