TOBONGON SQUAD RESMI BERDIRI INDEPENDEN: SATU TEKAD MEMAJUKAN DESA TANPA KEPENTINGAN POLITIK

ERWIN MAMONTO: TOBONGON SQUAD TIDAK DIKENDALIKAN SIAPA PUN

BOLTIM — Mnt.co.id – Tobongon Squad menegaskan posisinya sebagai perkumpulan yang berdiri secara independen dan lahir dari kesadaran warga Desa Tobongon. Penegasan ini disampaikan menyusul adanya tudingan atau anggapan di tengah publik mengenai keterlibatan kepentingan politik dalam aktivitas organisasi tersebut.

Ketua Tobongon Squad, Erwin Mamonto, menegaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya tidak berada di bawah kendali maupun arahan pihak politik tertentu.

Menurut Erwin, Tobongon Squad dibentuk atas dasar keinginan warga untuk mempererat persaudaraan, membangun kepedulian sosial, mengembangkan potensi ekonomi, serta mengambil bagian dalam upaya memajukan Desa Tobongon.

“Tobongon Squad berdiri atas kesadaran warga, murni dari keinginan untuk bersatu dan membangun desa. Kami tidak dikendalikan, tidak dinafkahi, dan tidak diarahkan oleh kepentingan politik apa pun. Seluruh langkah kami berpusat pada kepentingan Desa Tobongon dan masyarakatnya,” ujar Erwin.

Ia menambahkan, keberadaan Tobongon Squad bukan untuk menjadi kendaraan kepentingan tertentu, melainkan sebagai wadah kebersamaan warga yang memiliki tujuan dan aturan organisasi sendiri.

ROY HUMENA: KEHADIRAN ALAMRI MATIALA MERUPAKAN BENTUK DUKUNGAN

Sementara itu, Roy Humena, salah satu Dewan Penasihat Tobongon Squad, turut memberikan penjelasan terkait kehadiran Alamri Matiala dalam sejumlah kegiatan Tobongon Squad.

Roy mengatakan, kehadiran Alamri Matiala tidak semestinya dimaknai sebagai bentuk keterlibatan politik ataupun indikasi bahwa Tobongon Squad berada di bawah kendali pihak tertentu.

“Alamri Matiala memang merupakan anggota DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. Namun, kehadirannya dalam kegiatan Tobongon Squad bukan berarti organisasi ini berada di bawah kepentingan politik. Alamri hadir sebagai sahabat dan salah satu tokoh di wilayah Modayag yang memberikan perhatian serta dukungan terhadap kegiatan masyarakat,” jelas Roy Humena.

Menurut Roy, komunikasi dan hubungan baik antara organisasi masyarakat dengan tokoh masyarakat maupun pejabat publik merupakan hal yang dapat terjadi dalam kehidupan bermasyarakat.

Namun, ia menegaskan bahwa hubungan tersebut tidak mengubah posisi Tobongon Squad sebagai organisasi yang memiliki sikap, aturan, serta mekanisme pengambilan keputusan sendiri.

“Tidak ada yang salah ketika seorang sahabat maupun tokoh daerah hadir untuk memberikan support dan perhatian terhadap kegiatan positif masyarakat. Yang terpenting, Tobongon Squad tetap memiliki sikap dan keputusan sendiri,” tambahnya.

BERDIRI DENGAN LANDASAN AD/ART

Tobongon Squad juga menegaskan bahwa arah dan tujuan perkumpulan telah dituangkan dalam AD/ART, termasuk visi, misi, serta slogan organisasi.

Visi Tobongon Squad adalah:

“Mewujudkan perkumpulan keluarga besar Desa Tobongon yang solid, sejahtera, mandiri, dan harmonis dengan menjunjung tinggi persaudaraan, kepedulian sosial, serta mendukung kegiatan pertambangan emas yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.”

Visi tersebut kemudian dijabarkan melalui sembilan misi, mulai dari mempererat persaudaraan dan kekeluargaan, meningkatkan kesejahteraan anggota, mendukung aktivitas pertambangan emas yang bertanggung jawab, membangun kepedulian sosial, hingga mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.

Selain itu, Tobongon Squad juga menaruh perhatian pada pendidikan dan generasi muda, keharmonisan serta keamanan desa, pengembangan minat anggota di bidang otomotif, serta hubungan baik dengan pemerintah desa, masyarakat, pelaku usaha dan pihak terkait lainnya.

SEMBILAN MISI MENJADI ARAH GERAK ORGANISASI

Sembilan misi yang tercantum dalam AD/ART tersebut meliputi:

Mempererat tali persaudaraan dan kekeluargaan seluruh anggota tanpa membedakan latar belakang, pekerjaan maupun status sosial.

Meningkatkan kesejahteraan anggota melalui kerja sama, gotong royong dan pengembangan potensi ekonomi masyarakat desa.

Mendukung aktivitas pertambangan emas yang bertanggung jawab dengan memperhatikan keselamatan kerja, aturan yang berlaku dan kelestarian lingkungan, sekaligus mendorong minat anggota ke arah otomotif.

Membangun kepedulian sosial melalui kegiatan bantuan kepada anggota dan masyarakat yang membutuhkan.

Mendorong kemandirian ekonomi anggota melalui usaha bersama, pelatihan keterampilan dan kegiatan produktif lainnya.

Menjaga keharmonisan dan keamanan desa dengan mengedepankan musyawarah, komunikasi dan penyelesaian masalah secara kekeluargaan.

Mendukung pendidikan dan generasi muda desa agar memiliki keterampilan, wawasan dan kesempatan untuk berkembang.

Menjalin hubungan baik dengan pemerintah desa, masyarakat, pelaku usaha dan pihak terkait lainnya demi kemajuan desa.

Menanamkan nilai kejujuran, tanggung jawab, solidaritas dan gotong royong dalam setiap kegiatan perkumpulan.

“BERSATU DALAM PERSAUDARAAN, MANDIRI DALAM EKONOMI”

Sebagai semangat persatuan, Tobongon Squad mengusung slogan:

“Bersatu dalam Persaudaraan, Mandiri dalam Ekonomi, Memajukan Hobi di Bidang Otomotif, Maju Bersama Desa.”

Slogan tersebut menjadi bagian dari semangat organisasi dalam membangun kebersamaan sekaligus mendorong anggota untuk berkontribusi melalui kegiatan sosial, ekonomi dan pengembangan minat.

TOBONGON SQUAD: BERDIRI ATAS KAKI SENDIRI

Melalui penjelasan tersebut, pengurus Tobongon Squad menyampaikan posisi organisasi kepada publik bahwa mereka berdiri secara independen dan tidak diarahkan oleh kepentingan politik tertentu.

Meski terbuka terhadap komunikasi dan dukungan dari berbagai unsur masyarakat, Tobongon Squad menyatakan bahwa keputusan organisasi tetap berada di tangan internal perkumpulan dan berpedoman pada AD/ART.

Dengan landasan tersebut, Tobongon Squad menyatakan komitmennya untuk menjadi wadah persaudaraan warga Desa Tobongon yang mengedepankan solidaritas, kepedulian sosial, kemandirian ekonomi, pengembangan otomotif, serta kontribusi terhadap kemajuan desa.

Bagi Tobongon Squad, perbedaan latar belakang bukan penghalang untuk bersatu. Kepentingan masyarakat menjadi ruang bersama untuk bergerak, bekerja dan membangun Desa Tobongon.