JAKARTA – Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie mengkritik mekanisme pemberian beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Dia menegaskan bahwa beasiswa negara tersebut seharusnya diberikan secara tepat sasaran kepada orang yang berprestasi dan memiliki latar belakang ekonomi menengah ke bawah.
Keterangan ini disampaikan Stella pada Kamis (26/2/2026) dan dikutip dari kanal YouTube metrotvnews. Menurutnya, pemberian beasiswa tidak boleh hanya dilihat dari sisi akademis atau prestasi semata, tanpa memperhatikan kondisi ekonomi calon penerima.
“Beasiswa negara harus diberikan bagi mereka yang berprestasi dan membutuhkan. Jangan sampai uang negara ini diberikan kepada yang berprestasi, tapi keluarganya mampu,” ujarnya.
Stella mengatakan mekanisme penerimaan beasiswa yang memperhatikan prestasi dan kondisi ekonomi telah diterapkan di Kemendiktisaintek. Selain itu, dia juga tidak sepakat dengan anggapan bahwa penerima LPDP harus diberikan pekerjaan setelah menyelesaikan pendidikan di luar negeri.
“Kalau seseorang sudah diberikan beasiswa, berarti dia sudah diberikan alat dan fasilitas untuk memperbaiki dirinya, ya sia-sia saja ketika masih harus disediakan pekerjaan,” tuturnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa aturan LPDP yang mengharuskan penerima lulusan untuk kembali dan berkontribusi di Indonesia belum menunjukkan dampak yang berarti. Menurut Stella, jika penerima beasiswa sukses di luar negeri, hal itu tetap akan memberikan manfaat bagi negara dan mereka seharusnya diberi kebebasan untuk mengoptimalkan diri.
(Ruslandy)
