Boltra-Suasana penuh kehangatan namun sarat duka menyelimuti Desa Talaga, Kecamatan Bintauna, Minggu (22/02/2026), saat proses pemakaman mantan Bupati Bolaang Mongondow Utara (Boltara) Hamdan Datunsolang berlangsung. Ribuan pelayat dari berbagai kalangan berkumpul untuk memberikan penghormatan terakhir pada sosok yang dianggap sebagai pijakan pembangunan daerah.
Bupati Boltara saat ini, Sirajudin Lasena, tidak bisa menyembunyikan rasa kehilangan yang mendalam. Saat membawakan sambutan pemerintah daerah, air matanya tak terkendali menetes. Dia beberapa kali harus berhenti sejenak dan menghela nafas panjang sebelum bisa melanjutkan berbicara, membuat suasana menjadi semakin haru.
Pelayat yang datang dari berbagai penjuru – mulai dari masyarakat biasa, tokoh masyarakat, pemuka agama, hingga pejabat dari daerah maupun provinsi Gorontalo, serta anggota TNI dan Polri – ikut merasakan kedukaan itu. Semua berdiri dengan khusyuk, menyaksikan momen penghormatan yang penuh makna.
“Beliau bukan hanya seorang pemimpin, tapi juga pengayom yang penuh tanggung jawab. Almarhum adalah peletak dasar pemerintahan dan pembangunan yang kita nikmati saat ini di Boltara,” ucap Sirajudin dengan suara yang sedikit getar. Dia juga mengaku bangga pernah bekerja di bawah bimbingan Almarhum.
“Dari hati yang dalam, saya mewakili diri pribadi, pemerintah daerah, dan seluruh masyarakat Boltara menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga tersayang yang ditinggalkan,” lanjutnya, sambil mengusap mata yang berkaca-kaca.
Setelah itu, Sirajudin mengajak semua hadirin untuk berdoa agar Allah SWT menerima segala amal ibadah Almarhum dan memberikan tempat terbaik di sisi-Nya. “Mari kita lepaskan beliau dengan hati yang tulus dan penuh rasa syukur atas segala jasa yang telah diberikan,” ujarnya.
Upacara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan doa suci, sebelum jenazah dibawa ke Masjid An-Nas Desa Voa’a untuk disolatkan bersama. Akhirnya, Almarhum dimakamkan dengan penuh kehormatan di Desa Voa’a, tepat di samping makam istri yang telah dulu wafat.
(landy 📸)
Editor Ruslandy
