Kotamobagu -Sekertaris komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sulawesi Utara, Safrizal Walahe, SH., MH., membawakan khotbah Jumat perdana Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah/2026 Masehi pada hari Jumat (20/02/2026) di Masjid Nurul Iman Kelurahan Mongkonai, Kecamatan Kotamobagu Barat, Kota Kotamobagu. Acara dihadiri oleh ratusan jamaah dari berbagai kalangan usia, mulai dari anak-anak hingga lansia, serta perwakilan tokoh masyarakat dan organisasi pemuda kota.
LOKASI DAN KONTEKS ACARA
Khotbah Jumat perdana Ramadhan ini diselenggarakan dengan tema “Ramadhan sebagai Pondasi Persatuan dan Kebaikan Masyarakat”, sebagai bentuk dukungan KNPI Sulawesi Utara terhadap gerakan kebaikan dan kebersamaan selama bulan suci. Sebelum khotbah dimulai, dilakukan juga kegiatan pembagian takjil dan sembako kepada 100 keluarga kurang mampu di sekitar Kelurahan Mongkonai, sebagai wujud kepedulian sosial awal bulan Ramadhan.
PENTING KHOTBAH DARI SAFRIZAL WALAHE
Dalam khotbahnya yang hangat dan penuh makna, Safrizal menyampaikan pesan-pesan penting bagi seluruh masyarakat:
1. RAMADHAN SEBAGAI MOMENTUM TRANSFORMASI DIRI
“Saat kita berpuasa, bukan hanya menahan lapar dan dahaga fisik, tetapi juga melatih diri untuk menahan godaan dan mengendalikan hawa nafsu,” ujar Safrizal. Ia mengajak jamaah untuk memanfaatkan setiap hari di bulan Ramadhan untuk memperbaiki diri, mulai dari hal kecil seperti mengendalikan ucapan hingga melakukan amal kebaikan secara konsisten.
2. PERKUAT TALI SILATURAHMI ANTAR SESAMA
Ramadhan, kata Safrizal, adalah momen yang tepat untuk mempererat hubungan dengan keluarga, tetangga, dan seluruh masyarakat. “Mari kita buka puasa bersama dengan tetangga, ajak saudara yang jauh untuk berkumpul, dan jangan lupakan saudara kita yang sedang mengalami kesulitan ekonomi. Kebersamaan dalam kesederhanaan adalah nikmat terindah yang bisa kita rasakan di bulan suci ini,” tambahnya.
3. PERAN PEMUDA SEBAGAI AGEN PERUBAHAN POSITIF
Sebagai perwakilan organisasi pemuda, Safrizal menekankan bahwa pemuda harus menjadi pelopor dalam setiap gerakan kebaikan. “Pemuda jangan hanya sibuk dengan urusan sendiri, tetapi harus aktif dalam membangun masyarakat – mulai dari menjaga kebersihan lingkungan, mengajak teman sebaya untuk beribadah dengan khusyuk, hingga menjadi ujung tombak dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,” tegasnya. Ia juga mengumumkan bahwa KNPI Sulawesi Utara akan membentuk tim pemuda peduli yang akan aktif membantu kegiatan sosial selama Ramadhan, seperti mengajar anak yatim dan membantu pembagian bantuan di berbagai daerah.
4. MENJAGA HARMONI ANTARUMAT BERAGAMA
Safrizal mengingatkan bahwa nilai-nilai Ramadhan seperti kasih sayang, toleransi, dan saling menghargai bukan hanya milik umat Islam semata, tetapi bisa diterapkan oleh seluruh masyarakat. “Mari kita jadikan Ramadhan sebagai ajang mempererat tali persaudaraan antarumat beragama. Saudara-saudara dari agama lain juga bisa turut serta dalam kegiatan sosial kita, karena kebaikan tidak mengenal batasan agama,” jelasnya.
5.PENUTUP KHOTBAH DAN HARAPAN
Di akhir penyampaiannya, Safrizal mengajak seluruh jamaah untuk menjalani Ramadhan dengan penuh kerendahan hati dan rasa syukur. Ia berharap semangat kebersamaan yang terbangun selama bulan suci dapat terus hidup bahkan setelah Ramadhan berlalu.
“Semoga setiap langkah kita di bulan Ramadhan ini membawa berkah bukan hanya bagi diri kita sendiri, tetapi juga bagi keluarga, tetangga, dan seluruh masyarakat Kota Kotamobagu. Mari kita bersama-sama ciptakan suasana yang hangat, penuh kasih, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan,” pungkasnya dengan penuh semangat.
(Ruslandy)
