Prabowo Wacana WFH 1 Hari Seminggu Bappisus:Sedia Payung Sebelum Hujan

Media Nusantara Jakarta-Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto telah meminta agar penerapan Work From Home (WFH) atau kerja dari rumah bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun pegawai swasta dikaji secara mendalam. Wacana ini disampaikan meskipun kondisi dalam negeri saat ini masih relatif kondusif dan aman.24/3/2026

Read More

 

Tujuan utama dari kajian kebijakan WFH adalah untuk menghemat bahan bakar minyak (BBM), sebagai bentuk antisipasi terhadap dampak potensial krisis akibat konflik Amerika Serikat (AS)-Israel terhadap Iran di wilayah Timur Tengah.

 

Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus), Aris Marsudiyanto, menyampaikan tanggapan terkait wacana tersebut. Menurutnya, meskipun situasi Indonesia masih terbilang baik, pemerintah tetap harus berjaga-jaga sesuai pepatah “sedia payung sebelum hujan”.

 

“Tidak ada seorang pun yang tahu sampai kapan eskalasi konflik di Timur Tengah akan berlangsung. Sehingga, segala aspek yang bisa dihemat, harus betul-betul dihemat,” ujar Aris dalam tayangan Dialog Spesial Aiman di kanal YouTube Official iNews.

 

Aris menambahkan bahwa langkah antisipasi ini menunjukkan bagaimana Presiden Prabowo telah berpikir jauh ke depan. Ia menjelaskan bahwa pemerintah ingin membuat Indonesia siap siaga, meskipun saat ini tidak ada kelangkaan BBM dan arus mudik Lebaran 2026 berjalan lancar.

 

“Jangan sampai nanti begitu perang berlarut, kita tidak siap seperti beberapa negara yang bandaranya tutup karena kekurangan energi. Saat ini kita masih bagus saja, bahkan jauh lebih baik. Saya tidak pernah mendengar kemacetan atau kekurangan BBM di mana pun,” jelasnya.

 

Sebelumnya, telah ada informasi bahwa wacana WFH 1 hari dalam sepekan juga pernah digodok untuk diterapkan setelah Lebaran 2026, meskipun skema kerjanya masih dalam tahap pembahasan. Selain itu, beberapa pihak seperti buruh pernah mengkritik wacana ini, menyatakan bahwa hal tersebut berpotensi mengganggu pelayanan publik dan dunia kerja.

 

(Ruslandy)