Media Nusantara Jakarta, 15 MARET 2026 – Dua kapal milik Pertamina International Shipping yang membawa kargo energi mengalami kondisi terkendala di Selat Hormuz akibat situasi konflik di kawasan Timur Tengah. Namun, seluruh awak kapal dalam kondisi aman dan kapal telah ditempatkan di lokasi yang lebih aman.
Mantan’Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta pemerintah Indonesia untuk lebih aktif berkomunikasi dengan pihak Iran. Menurutnya, pemerintah perlu menunjukkan keprihatinan serta dukungan kemanusiaan terhadap kondisi di kawasan tersebut. “Saya bisa berkonsultasi langsung dengan pihak Iran, tapi peran pemerintah harus lebih nyata,” ujarnya.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa negosiasi sedang dilakukan. Ia menegaskan bahwa insiden ini tidak akan mengganggu ketahanan energi nasional karena telah disiapkan alternatif sumber energi agar pasokan tetap terjaga. “Keselamatan awak kapal adalah hal yang paling utama bagi kami,” jelasnya.
Sebelumnya, kapal tersebut telah berada di lokasi aman sejak 4 Maret 2026 setelah kondisi kawasan menjadi tidak kondusif. Pertamina terus memantau perkembangan situasi secara berkala.
(Ruslandy)
