Media Nusantara BOLTARA-Bupati Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara), Dr. Sirajudin Lasena, SE., M.Ec.Dev., memimpin langsung kegiatan Dialog Fokus yang digelar di Lapangan Kembar Boroko, Kamis (21/5/2026). Kegiatan strategis ini mengangkat tema besar: “Arah Masa Depan Bolaang Mongondow Utara: Antara Pertanian, Perikanan Serta Tantangan dan Peluang Ekspansi Pertambangan”, sebagai upaya merumuskan langkah pembangunan daerah yang berkelanjutan, seimbang, dan berpihak pada kesejahteraan masyarakat.
Suasana kegiatan diawali dengan penampilan seni budaya yang memukau, berupa tarian kreasi berjudul “Mairu Mogogisogu Ko Sawah”, yang ditampilkan oleh siswa-siswi Sekolah Dasar Negeri (SDN) 13 Kaidipang. Penampilan ini bukan sekadar hiburan, melainkan simbol harapan dan semangat generasi muda dalam mendukung kemajuan daerah, sekaligus pengingat akan potensi besar sektor agraris yang telah lama menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat Boltara.
Dialog strategis ini berlangsung secara terbuka dan dihadiri oleh berbagai elemen penting pemerintahan maupun masyarakat sipil. Turut hadir dalam kesempatan tersebut jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Pimpinan serta Anggota DPRD Kabupaten Boltara, para Asisten Sekretaris Daerah, Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Pimpinan Lembaga Vertikal, serta Ketua dan Anggota Presidium Pemekaran dan Pengawal Pembangunan Bolaang Mongondow Utara.
Selain unsur pemerintahan, forum ini juga dihadiri oleh para narasumber kompeten, Camat Kaidipang, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, perwakilan langsung dari pelaku usaha utama daerah yakni petani, nelayan, dan penambang, serta unsur Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan mahasiswa. Kehadiran lintas elemen ini menjadi bukti bahwa pembangunan Boltara menjadi tanggung jawab bersama seluruh komponen bangsa.
Dalam sambutannya, Bupati Sirajudin Lasena menegaskan bahwa penyusunan arah kebijakan masa depan tidak boleh dilakukan secara sepihak atau hanya berdasar asumsi birokrasi semata. Pemerintah daerah berkomitmen mendengarkan langsung aspirasi, harapan, serta kekhawatiran dari masyarakat yang bergerak di sektor-sektor utama tersebut.
“Bolaang Mongondow Utara dikaruniai Tuhan sumber daya alam yang sangat melimpah, baik di darat maupun di laut. Pertanian dan perikanan telah menjadi tumpuan hidup masyarakat sejak lama, namun di sisi lain kita juga dihadapkan pada potensi besar di sektor pertambangan. Pertanyaan besarnya adalah bagaimana kita mengelola semuanya ini secara bijak? Bagaimana kita memanfaatkan peluang tanpa mengorbankan keberlanjutan dan kesejahteraan generasi mendatang? Dialog ini menjadi ruang penting untuk mencari jawaban terbaik bersama-sama,” tegas Dr. Sirajudin Lasena.
Dalam diskusi yang berlangsung hangat dan konstruktif, dibahas secara mendalam mengenai potensi pengembangan pertanian modern dan perikanan tangkap maupun budidaya yang bernilai ekonomi tinggi. Di sisi lain, juga dikupas tuntas peluang ekspansi sektor pertambangan, namun tetap dibarengi pembahasan serius mengenai tantangan lingkungan, sosial, dan tata kelola yang baik agar tidak merugikan masyarakat sekitar maupun merusak ekosistem yang ada.
Para peserta dari kalangan petani, nelayan, dan penambang juga menyampaikan berbagai masukan, harapan, serta kendala yang mereka hadapi sehari-hari, mulai dari akses permodalan, teknologi, hingga jaminan keamanan dan keberlanjutan usaha.
Kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam perencanaan pembangunan jangka menengah dan panjang daerah. Hasil-hasil dari dialog fokus ini nantinya akan dijadikan bahan utama penyusunan kebijakan, regulasi, dan program kerja pemerintah daerah, guna memastikan Bolaang Mongondow Utara melangkah ke masa depan dengan fondasi ekonomi yang kuat, beragam, dan berkeadilan bagi seluruh rakyatnya.
(Ruslandy)
