Dijemput Dengan Adat  Moloopu, Camat Eus Siap Jaga Sinergitas Antara Wulea Lo Lipu Dan Masyarakat

MNT-Bolsel,Moloopu adalah upacara adat suku Gorontalo untuk menjemput dan mengantar pemimpin (Gubernur/Bupati/camat) baru dari rumah pribadi ke rumah dinas. Tradisi ini melambangkan legitimasi adat, penghormatan, dan pengukuhan pemimpin sebagai halipa (khalifah) yang siap mengayomi masyarakat. Prosesi ini sarat makna filosofis adat bersendikan sara.

 

Selain itu, tradisi ini sebagai bentuk penyambutan kepada pejabat baru, biasanya tradisi ini memperlihatkan aksi penjemputan secara adat dari kediaman pribadi menuju rumah dinas jabatan. Itulah mengapa jika prosesi adat ini merupakan sebuah keharusan untuk dilaksanakan di Wilayah kecamatan Helumo di karenakan masyarakatnya mayoritas suku Gorontalo.

Camat Helumo yang baru beberapa hari dilantik oleh Bupati Bolaang Mongondow Selatan, Eus Daud, S.H di sambut dengan adat Gorontalo yang dikenal dengan Moloopu oleh masyarakat se-Kecamatan Helumo dan tokoh-tokoh adat.yang seluruh proses diiringi lantunan doa dan sajak adat yang sarat akan pesan tentang amanah, kearifan, dan tanggung jawab memimpin.

Prosesi ini menegaskan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan nilai budaya dalam menjaga amanah kepemimpinan.

 

Upacara penyambutan secara adat Gorontalo “Moloopu” ini di gelar di halaman kantor Kecamatan Helumo Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) Selasa (31/01/2026).

 

Camat Helumo Eus Daud, S.H menjelaskan, “dengan adanya prosesi adat Moloopu ini, bisa menjadi edukasi bagi masyarakat yang ada di wilayah Kecamatan Helumo.”Ucap Camat Helumo

 

Camat Helumo Eus Daud, S.H
“Momen sakral seperti adat Moloopu dan lainnya ini harus dilestarikan. agar apa yang menjadi adat dan tradisi ini yang sudah biasa dilakukan tidak akan punah meskipun di tengah-tengah perkembangan jaman”. Tutur Camat baru  tersebut.

 

Eus Daud juga menambahkan betapa pentingnya acara ini, serta tak lupa mengucapkan syukur atas terselenggaranya acara penjemputan adat.

 

Alhamdulillah adat kita masih tetap kuat terjaga, dan tentu ini akan menciptakan suasana yang istilah prosesi adat adalah adab. Sebab apa yang dilaksanakan sesuai adat, yang pasti itu beradab.” Ujar Eus

 

Lanjutnya, “kami belajar dari sisi adat ini, kedepan kami akan melaksanakan segala sesuatu, baik itu pelayanan masyarakat, penyelenggaraan pembangunan, dan kegiatan-kegiatan kemasyarakatan lainnya,”

 

Ketika kita melaksanakan sesuai dengan berlandaskan adat, atau dalam bahasa Gorontalo yaitu adabu, adalah sebuah aturan dan anjuran yang kita harus lakukan, tanpa melenceng dari adab dan agama.” Tutupnya.

 

Dalam pelaksanaan prosesi penyambutan Moloopu kepada Camat Helumo, Eus Daud SH, dengan secara adat, maka Camat Helumo sudah resmi melakukan kunjungan di 11 Desa yang ada di wilayah Kecamatan Helumo.

 

Hadir dalam acara tersebut, Sangadi serta seluruh aparat desa se-Kecamatan Helumo, Babinkamtibmas, Kepala Puskesmas Duminanga, Kepala-kepala Sekolah, tokoh-tokoh adat Kecamatan Helumo dan Masyarakat(JK)